BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Asma adalah penyakit saluran napas
kronik yang penting dan merupakan
masalah kesehatan masyarakat yang serius di berbagai negara di seluruh dunia.
Asma dapat bersifat ringan dan tidak mengganggu aktiviti, akan tetapi dapat
bersifat menetap dan mengganggu aktiviti bahkan kegiatan harian. Produktiviti
menurun akibat mangkir kerja atau sekolah, dan dapat menimbulkan disability (kecacatan),
sehingga menambah penurunan produktiviti serta menurunkan kualiti hidup.
Menurut
WHO sebanyak 100 hingga 150 juta penduduk dunia adalah penyandang asma. Jumlah
ini terus bertambah sebanyak 180.000 orang setiap tahunnya.
Dari tahun ke tahun prevalensi penderita asma semakin meningkat. Di
Indonesia, penelitian pada anak sekolah usia 13-14 tahun dengan menggunakan
kuesioner ISAAC (International Study on Asthma and Allergy in Children)
tahun 1995 menunjukkan, prevalensi asma masih 2,1%, dan meningkat tahun 2003
menjadi dua kali lipat lebih yakni 5,2%. Kenaikan prevalensi di Inggris dan di
Australia mencapai 20-30%. National Heart, Lung and Blood Institute melaporkan
bahwa asma diderita oleh 20 juta penduduk amerika.
Asma terbukti menurunkan kualitas hidup penderitanya. Dalam salah satu
laporan di Journal of Allergy and Clinical Immunology tahun 2003
dinyatakan bahwa dari 3.207 kasus yang diteliti, 44-51% mengalami batuk malam
dalam sebulan terakhir. Bahkan 28,3% penderita mengaku terganggu tidurnya
paling tidak sekali dalam seminggu. Penderita yang mengaku mengalami
keterbatasan dalam berekreasi atau olahraga sebanyak 52,7%, aktivitas sosial
38%, aktivitas fisik 44,1%, cara hidup 37,1%, pemilihan karier 37,9%, dan
pekerjaan rumah tangga 32,6%. Absen dari sekolah maupun pekerjaan dalam 12
bulan terakhir dialami oleh 36,5% anak dan 26,5% orang dewasa. Selain itu,
total biaya pengobatan untuk asma di USA sekitar 10 milyar dollar per tahun
dengan pengeluaran terbesar untuk ruang emergensi dan perawatan di rumah sakit.
Oleh karena itu, terapi efektif untuk penderita asma berat sangat dibutuhkan (http://myhealing.files.wordpress.com/2008/02/asthma.htm).
Angka kejadian penyakit
alergi akhir-akhir ini meningkat sejalan dengan perubahan pola hidup
masyarakat modern, polusi baik lingkungan maupun zat-zat yang ada
di dalam makanan. Salah satu penyakit
alergi yang banyak terjadi di masyarakat adalah
penyakit asma. (Medlinux, 2008)
B. Perumusan
Masalah
Adapun
perumusan masalah adalah bagaimanakah Gambaran yang nyata dalam memberikan asuhan keperawatan
pada Kasus Asma Bronchial.
C. Tujuan
Penelitian
1. Tujuan
Umum
Untuk mengetahui gambaran yang
nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada kasus Asma Bronchial
2. Tujuan
Khusus
a. Untuk
mengetahui pengertian asma
b. Untuk
mengetahui penyebab asma
c. Untuk
mengetahui tanda gejala asma
d. Untuk
mengetahui pengkajian pada pasien asma
e. Untuk
mengetahui diagnosa keperawatan kasus asma
f. Untuk
mengetahui Tindakan keperawatan yang harus diberikan pada pasien asma
D. Manfaat
Penelitian
Adapun
manfaat penelitian yang dapat diambil ialah :
1. Bagi
Peneliti
Untuk menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi peneliti tentang asma khususnya asma bronchial.
2. Bagi
Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat sebagai
refrensi di perpustakaan Akper Pragolo Pati Pati dan sebagai bahan bacaan bagi
mahasiswa/i Akper Pragolo Pati Pati.
3. Bagi
peneliti berikutnya
Sebagai bahan acuan bagi penelitian
berikutnya mengenai kasus asma bronchial dengan lebih baik dan optimal.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
Definisi
Asma
adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan
bronchi berspon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu ( Smeltzer,
2002 : 611).
Istilah
asma berasal dari kata Yunani yang berati terengah-engah dan berarti serangan
nafas pendek. Atau asma merupakam suatu penyakit yang ditandai oleh
hipersensitivitas cabang trakeobronkial terhadap berbagai rangsangan dan
keadaan ini bermanifestasi sebagai penyempitan jalan nafas secara periodik dan reversibel akibat bronkospasme (Sylvia,
Price. 2006:784).
Asma
merupakan gangguan inflamasi kronik jalan nafas yang melibatkan berbagai sel
inflamasi.Dasar penyakit ini adalah hiperaktivitas bronkus dalam berbagai
tingkat, obstruksi jalan nafas dan gejala pernafasan(mengi dan sesak) (Arif Mansjoer. 2002: 476)
Asma
bronchial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan
bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan
jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan
maupun hasil dari pengobatan ( The
American Thoracic Society ).
Kesimpulan
Asma adalah suatu penyakit yang ditandai oleh hipersensitivitas
cabang trakeobronkial terhadap berbagai rangasangan yang akan menimbulkan obstruksi jalan
nafas dan gejala pernafasan(mengi dan sesak).
B. Klasifikasi
Asma sering dirincikan sebagai alergik, ideopatik, nonalergi atau gabungan,
yaitu :
1.
Asma alergik
Disebabkan
oleh alergen atau alergen-alergen yang dikenal ( misal : serbuk sari, binatang,
amarah dan jamur) kebanyakan alergen terdapat diudaran dan musiman. Pasien
dengan asma alergik biasanya mempunyai riwayat keluarga yang alergik dan
riwayat masalalu ekzema atau rhinitis alergik, pejanan terhadap alergen
mencetus asma.
2.
Asma
Idiopatik atau Nonalergi
Asma
ideopatik atau nonalergik tidak ada hubungan dengan alergen spesifek
faktor-faktor, seperti comman cold, infeksi traktus respiratorius, latihan,
emosi, dan polutan lingkungan yang dapat mencetuskan ransangan . Agens farmakologi seperti aspirin dan agen anti inflamasi non steroid
lainnya, pewarna rambut, antagonis beta-andrenergik dan agen sulfit (pengawet
makanan juga menjadi faktor. Serangan asma idiopatik atau nonalergik menjadi
lebih berat dan sering sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang
menjadi bronkitis kronis dan empizema.
3.
Asma
Gabungan
Adalah asama
yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk alergik maupun bentuk
idiopatik atau nonalergik (Brunner & Suddarth. 2002: 611)
C. Etiologi
Ada beberapa
hal yang merupakan faktor predisposisi dan presipitasi timbulnya serangan asma
bronkhial.
1.
Faktor predisposisi
a.
Genetik
Dimana yang diturunkan adalah bakat alerginya,
meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya yang jelas. Penderita
dengan penyakit alerg biasanya mempunyai keluarga dekat juga menderita penyakit
alergi. Selain itu hipersentifisitas saluran pernafasannya juga bisa
diturunkan.
2.
Faktor presipitasi
a.
Alergen
Dimana alergen dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
a)
Inhalan, yang masuk melalui saluran pernapasan
ex: debu, bulu
binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi
b)
Ingestan, yang masuk melalui mulut
ex: makanan
dan obat-obatan
b.
Perubahan cuaca
Cuaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering
mempengaruhi asma. Kadang-kadang serangan berhubungan dengan musim,
seperti: musim hujan, musim kemarau, musim bunga. Hal ini berhubungan dengan
arah angin serbuk bunga dan debu.
c.
Stress
Stress/ gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan
asma, selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. Karena
jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya belum bisa diobati.
d.
Lingkungan kerja
Mempunyai hubungan langsung dengan sebab terjadinya
serangan asma. Hal ini berkaitan dengan dimana dia bekerja. Misalnya orang yang
bekerja di laboratorium hewan, industri tekstil, pabrik asbes, polisi lalu
lintas. Gejala ini membaik pada waktu libur atau cuti (http://cahaya-salim.blogspot.com/2011/10/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan_3.html).
Berbagai keadaan dapat menigkatkan hiperreaktivitas
saluran nafas seseorang yaitu:
1.
Inflamasi saluran napas
Sel-sel inflamasi serta mediator kimia yang
dikeluarkan terbukti berkaitan erat gejala asma dan HSN.
2.
Kerusakaan epitel
Salah satu konsekuensi asma adalah kerusakan epitel.
Kerusakan ini bervariasi dari yang ringan sampai berat. Perubahan ini akan
menigkatkan penetrasi alergen, mediator inflamasi serta mengakibatkan iritasi
ujung-ujung saraf autonom.
3.
Mekanisme neurologis
Pada pasien asma terdapat peningkatan respon saraf
para simpatik
4.
Gangguan intrinsik
Otot polos saluran napas dan hipotrofi otot polos pada
saluran napas diduga berperan dalam HSN.
5.
Obtruksi saluran nafas
Meskipun bukan penyebab utama tapi obstruksi diduga
ikut berperan dalam HSN (Suyono, Slamet. 2002: 22).
Menurut Nanda etiologinya adalah:
1.
Lingkungan
a.
Asap
b.
Asap rokok
2.
Jalan napas
a.
Spasme Inhalasi
asap
b.
Perokok pasif
c.
Sekresi yang
tertahan
d.
Sekresi di
bronkus
3.
Fisiologi
a.
Inhalasi
b.
Penyakit paru
obstruksi kronik (Nanda, 2005:
4-5).
D. Manifestasi
Gambaran klinis asma
klasik adalah serangan episodik batuk, mengi. dan sesak napas. Pada awal
serangan sering gejala tidak jelas, seperti rasa berat didada, dan pada asma
alergi mungkin disertai pilek atau bersin, Meskipun pada mulanya batuk tanpa
disertai sekret. tetapi pada perkembangan selanjutnya pasien akan mengeluarkan
sekret baik yang mukoid, putih kadang-kadang purulent (Suyono, Slamet. 2002: 23).
Gejala yang timbul
biasanya berhubungan dengan beratnya derajad hiperaktifitas bronkus.Obstruksi
jalan nafas dapat revesible secara spontan maupun dengan pengobatan. Gejala
asma antara lain :
a.
Bising mengi ( weezing ) yang terdengar atau tanpa stetoskop
b.
Batuk produktif, sering pada malam hari
c.
Sesak nafas (Arif
Mansjoer.
2001:477).
E. Patofisiologi
Asma adalah obstruksi jalan napas difus reversibel.
Obstruksi disebabkan oleh satu atau lebih dari yang berikut ini :
1.
Kontraksi otot
yang mengelilingi bronki, yang menyempitkan jalan napas
2.
Pembengkakan membran
yang melapisi bronki.
3.
Pengisian bronki
dengan mukus yang kental.
Selain itu otot – otot bronkial dan kelenjar mukosa
membesar; sputum yang kental, banyak dihasilkan dan alveoli menjadi
hiperinflasi, dengan udara terperangkap di dalam jaringan paru. Mekanisme yang
pasti dari perubahan ini tidak diketahui, tetapi apa yang paling diketahui
adalah keterlibatan sistem imunologis dan sistem saraf otonom.
Beberapa individu dengan asma mengalami respon imun yang buruk terhadap lingkungan mereka. Antibodi yang dihasilkan (IgE) kemudian menyerang sel-sel mast dalam paru. Pemajanan ulang terhadap antigen mengakibatkan ikatan antigen dengan antibodi, menyebabkan pelepasan sel-sel mast (disebut mediator) seperti histamin, bradikinin, dan prostaglandin serta anafilaksis dari substansi yang bereaksi lambat (SRS – A). Pelepasan mediator ini dalam jaringan paru mempengaruhi otot polos dan kelenjar jalan napas, menyebabkan bronkospasme, pembengkakan membran mukosa, dan pembentukan mukus yang sangat banyak.
Sistem saraf otonom mempersarafi paru. Tonus otot bronkial diatur oleh impuls saraf vagal melalui sistem parasimpatis. Pada asma idiopatik atau nonalergi, ketika ujung saraf pada jalan napas dirangsang oleh faktor seperti infeksi, latihan, dingin, merokok, emosi dan polutan, jumlah asetilkolin yang dilepaskan meningkat. Pelepasan asetilkolin ini secara langsung menyebabkan bronkokonstriksi juga merangsang pembentukan mediator kimiawi yang dibahas di atas. Individu dengan asma dapat mempunyai toleransi rendah terhadap respon parasimpatis.
Selain itu reseptor ? dan ?-adrenergik dari sistem saraf simpatis terletak dalam bronki. Ketika reseptor ?-adrenergik dirangsang, terjadi bronkokonstriksi, bronkodilatasi terjadi ketika reseptor ?-adrenergik yang dirangsang. Keseimbangan antara reseptor ? dan ?-adrenergik dikendalikan terutama oleh siklik adenosin monofosfat (cyclic adenosine monophosphate/cAMP). Stimulasi reseptor-alfa mengakibatkan penurunan cyclic adenosine monophosphate /cAMP, yang mengarah pada peningkatan mediator kimiawi yang dilepaskan oleh sel-sel mast bronkokonstriksi. Stimulasi reseptor-beta mengakibatkan peningkatan tingkat cyclic adenosine monophosphate/cAMP, yang menghambat pelepasan mediator kimiawi dan menyebabkan bronkodilatasi. Teori yang diajukan ialah bahwa penyekatan ?-adrenergik terjadi pada individu dengan asma. Akibatnya, asmatik rentan terhadap peningkatan pelepasan mediator kimiawi dan konstriksi otot polos. (Smeltzer, S.C., 2002 : 611-612)
Beberapa individu dengan asma mengalami respon imun yang buruk terhadap lingkungan mereka. Antibodi yang dihasilkan (IgE) kemudian menyerang sel-sel mast dalam paru. Pemajanan ulang terhadap antigen mengakibatkan ikatan antigen dengan antibodi, menyebabkan pelepasan sel-sel mast (disebut mediator) seperti histamin, bradikinin, dan prostaglandin serta anafilaksis dari substansi yang bereaksi lambat (SRS – A). Pelepasan mediator ini dalam jaringan paru mempengaruhi otot polos dan kelenjar jalan napas, menyebabkan bronkospasme, pembengkakan membran mukosa, dan pembentukan mukus yang sangat banyak.
Sistem saraf otonom mempersarafi paru. Tonus otot bronkial diatur oleh impuls saraf vagal melalui sistem parasimpatis. Pada asma idiopatik atau nonalergi, ketika ujung saraf pada jalan napas dirangsang oleh faktor seperti infeksi, latihan, dingin, merokok, emosi dan polutan, jumlah asetilkolin yang dilepaskan meningkat. Pelepasan asetilkolin ini secara langsung menyebabkan bronkokonstriksi juga merangsang pembentukan mediator kimiawi yang dibahas di atas. Individu dengan asma dapat mempunyai toleransi rendah terhadap respon parasimpatis.
Selain itu reseptor ? dan ?-adrenergik dari sistem saraf simpatis terletak dalam bronki. Ketika reseptor ?-adrenergik dirangsang, terjadi bronkokonstriksi, bronkodilatasi terjadi ketika reseptor ?-adrenergik yang dirangsang. Keseimbangan antara reseptor ? dan ?-adrenergik dikendalikan terutama oleh siklik adenosin monofosfat (cyclic adenosine monophosphate/cAMP). Stimulasi reseptor-alfa mengakibatkan penurunan cyclic adenosine monophosphate /cAMP, yang mengarah pada peningkatan mediator kimiawi yang dilepaskan oleh sel-sel mast bronkokonstriksi. Stimulasi reseptor-beta mengakibatkan peningkatan tingkat cyclic adenosine monophosphate/cAMP, yang menghambat pelepasan mediator kimiawi dan menyebabkan bronkodilatasi. Teori yang diajukan ialah bahwa penyekatan ?-adrenergik terjadi pada individu dengan asma. Akibatnya, asmatik rentan terhadap peningkatan pelepasan mediator kimiawi dan konstriksi otot polos. (Smeltzer, S.C., 2002 : 611-612)
Obstruksi saluran napas pada asma merupakan kombinasi spasme otot
bronkus, penyumbatan mukus, edema dan inflamasi dinding bronkus. Obstruksi
bertambah berat selama ekspirasi karena secara fisioiogis saluran napas
menyempit pada fase tersebut. Hal ini menyebabkan udara distal tempat
terjadinya obstruksi terjebak tidak bisa diekspirasi. Selanjutnya terjadi
peningkatan volume residu, kapasitas residu fungsional (KRF), dan pasien akan
bernapas pada volume yang tinggi mendekati kapasitas paru total (KPT). Keadaan
hiperinflasi ini bertujuan agar saluran napas tetap terbuka dan pertukaran gas
berjalan lancar. Untuk mempertahankan hiperinflasi ini diperlukan otot bantu
napas.
Gangguan yang berupa obstruksi saluran napas dapat dinilai secara obyektif
dengan VEP1 (Volume Ekspirasi Paksa detik pertama) atau APE (Arus
Puncak Ekspirasi), sedang penurunan KVP
(Kapasitas Vital Paksa)
menggambarkan derajat hiperinflasi paru. Penyempitan saluran napas dapat
terjadi, baik pada saluran napas besar, sedang maupun kecil. Gejala mengi
(wheezing) menandakan adanya penyempitan disaluran napas besar, sedangkan
penyempitan pada saluran napas kecil gejala batuk dan sesak lebih dominan
dibanding mengi.
Penyempitan saluran nafas
ternyata tidak merata disluruh bagian baru, ada daerah – daerah yang kurang
mendapat ventilasi, sehingga darah kapiler yang melalui daerah tersebut
mengalami hipoksemia penurunan Pa02 mungkin kelainan pada asma sub klinis (Suyono,
Slamet. 2001:22)
F. Pathways
MENYUSUL....
G. Pemeriksaan Penunjang
Adapun
pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa adalah :
1.
Spirometri
Cara yang paling cepat dan sederhana untuk menegakkan
diagnosis asma adalah melihat respon pengobatan dengan bronkodilator. Tetapi
respon yang kurang dari 20 % tidak berarti bukan asma. Hal-hal tersebut bisa
dijumpai pada pasien yang sudah normal atau mendekati normal.
2.
Uji provokasi bronkus
Uji provokasi bronkus dilakukan untuk menunjukan
adanya hiperreaktivitas bronkus. Uji provokasi bronkus bermakna jika terjadi
penurunan FEV1 sebasar 20 % atau lebih.
3.
Pemeriksaan sputum
Sputum eosinofil sangat karakteristik untuk asma,
sedangkan neutrofil sangat dominan pada bronkitis kronik. Selain untuk melihat
adanya eosinofil, kristal Charcot-Leyden
yang merupakan degranulasi dari kristal eosinofil, dan Spiral Curshmann yaitu spiral yang merupakan cast cell (sel cetakan) dari cabang-cabang bronkus, pemeriksaan ini
penting untuk melihat adanya miselium Aspergillus fumigatus
4.
Pemeriksaan eosinofil total
Jumlah eosinofil total dalam darah sering meningkat
pada pasien asma dan hal ini dapat membantu dalam membedakan asma dari
bronkitis kronik.
5.
Pemeriksaan Kadar IgE total dan IgE spesifik dalam
sputum
Fungsi dari pemeriksaan IgE total hanya untuk
menyokong adanya atopi.
6.
Foto dada
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menyingkirkan penyebab
lain obstruksi saluran napas dan adanya kecurigaan terhadap proses patologis di
paru atau komplikasi asma seperti pneumotorak, pneumomediastinum, ateleksis,
dan lain-lain (Suyono, Slamet. 2002)
H. Penatalaksanaan
I. Penatalaksanaan serangan asma akut :
1.
Faktor pencetus sedapat mungkin
dihilangkan.
2.
Oksigen nasal atau masker dan terapi cairan
parenteral.
3.
Adrenalin 0,1- 0,2 ml larutan : 1 : 1000, subkutan.
Bila perlu dapat diulang setiap 20 menit sampai 3 kali.
4.
Dilanjutkan atau disertai salah satu obat tersebut di
bawah ini(per oral):
a.
Golongan Beta 2- agonist untuk mengurangi bronkospasme
:
=> Efedrin
: 0,5 – 1 mg/kg/dosis, 3 kali/ 24 jam
=> Salbutamol
: 0,1-0,15 mg/kg/dosis, 3-4 kali/24 jam
=> Terbutalin
: 0,075 mg/kg/dosis, 3-4 kali/ 24 jam
Efeknya tachycardia, palpitasi, pusing, kepala, mual,
disritmia, tremor, hipertensi dan insomnia, . Intervensi keperawatan jelaskan
pada orang tua tentang efek samping obat dan monitor efek samping obat.
b.
Golongan Bronkodilator, untuk dilatasi bronkus,
mengurangi bronkospasme dan meningkatkan bersihan jalan nafas.
=> Aminofilin
: 4 mg/kg/dosis, 3-4 kali/24 jam
=> Teofilin
: 3 mg/kg/dosis, 3-4 kali/24 jam
Pemberian melalui intravena jangan lebih dari 25 mg
per menit. Efek samping tachycardia, dysrhytmia, palpitasi, iritasi
gastrointistinal,rangsangan sistem saraf pusat;gejala toxic;sering.
c.
Golongan steroid, untuk mengurangi pembengkakan mukosa
bronkus. Prednison : 0,5 – 2 mg/kg/hari, untuk 3 hari (pada
serangan hebat)
(http://hariskumpulanaskep.blogspot.com/2011/09/askep-asma-bronchial.html).
J. Komplikasi
Komplikasi berupa:
a.
Pneumotoraks
b.
Pneumonediatinum
c.
Gagal napas
d.
Bronkitis
e.
Atelektasis (Arif
Mansjoer. 2002: 477)
K. Pengkajian
Menurut Doenges
(2000), proses asuhan keperawatan pada klien dengan Asma meliputi:
1.
Pengkajian
a.
Aktivitas/istirahat
Gejala :Pada
klien dengan Asma gejala yang dapat ditimbulkan antara lain keletihan,
kelelahan, malaise, ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena
sulit berafas, ketidakmampuan untuk tidur, perlu tidur dalam posisi tinggi,
dispnoe pada saat istirahat atau respon terhadap aktivatas/latihan.
Tanda :Tanda-tandanya
antara lain keletahan, gelisah, insomnia, kelemahan umum/kehilangan massa otot.
b.
Sirkulasi
Gejala : Gejala
yang ditimbulkan antara lain pembengkakan pada ekstremitas bawah.
Tanda : Tanda-tandanya
antara lain peningkatan TD, peningakatan frekuensi jantung/takikardi
berat,disritmia,distensi vena leher,odema dependan,tidak berhubungan dangan
penyakit jantung, bunnyi jantung redup (berkaitan dengan peningkatan diameter
AP dada), warna kulit/membran mukosa normal/abu-abu(sianosis), kaku
tubuh,sianosis perifer,pucat dapat menunjukkan anemia.
c.
Makanan/cairan
Gejala : mual,muntah,nafsu
makan buruk/anoreksia,kemampuan untuk makan menurun karena distress pernafasan,
penurunan BB menetap (emfisema), peningkatan BB menunjukan edema(bronkitis).
Tanda : turgor
kulit buruk, adema dependen, berkeringat.
d.
Pernafasan
Gejala : nafas
pendek,dispnoe, dada terasa tertekan,sesak nafas berulang,riwayat pneumonia
berulang,terpajan polusi atau debu/asap, faktor keluarga/keturunan.
Tanda :pernafasan
cepat/lambat, penggunaan otot bantu pernafasan, nafas bibir, barrel chest,
gerakan diafragma minimal, bunyi nafas redup dengan ekspirasi mengi, crackles
atau ronchi, hiperesonan atau pekak pada paru, sianosis bibir dan pada dasar
kuku.
e.
Higiene
Gejala : Penurunan
kemampuan beraktivitas,
Tanda : kebersihan
buruk, bau badan.
f.
Keamanan
Gejala :riwayat reaksi alergi / sensitif terhadap
zat/faktor lingkungan, adanya infeksi, kemerahan/berkeringat.
g.
Seksualitass
Gejala : Penurunan libido
Gejala : Penurunan libido
h.
Interaksi sosial
Gejala :hubungan ketergantungan , kurang sistem
pendukung, penyakit lama/ketidkmampuan membaik.
Tanda :Ketidakmampuan mempertahankan suara,
keterbatasan mobilitas fisik, kelainan hubungan dengan anggota keluarga lain
(Doenges, Marilynn. 2000:152).
L. Diagnosa keperawatan
1.
Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan
dengan penumpukan sekret
2.
Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan penurunan
kemampuan bernapas
3.
Kerusakan
pertukaran gas yang berhubungan dengan retensi CO2,
4.
Kurang pengetahuan berhubungan dengan regumen
pengobatan (Doenges,2003)
M. Intervensi
1.
Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan
dengan penumpukan sekret.
a.
Tujuan:
jalan nafas kembali efektif
b.
Kriteria
hasil:
·
dapat
mendemontrasikan batuk efektif
·
dapat
menyatakan strategi untuk menurunkan kekentalan sekret
c.
Intervensi
1)
Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas, mis;
mengi, krekels, ronki.
R: beberapa derajat spasme bronkus terjadi sumbatan di jalan nafas
2)
Kaji/pantau frekuensi pernafasan.
R: takipnea biasanya ada pada beberapa derajat dan dapat di temukan pada
penerimaan atau selama stres
3)
Kaji pasien untuk posisi yang nyaman mis : peninggian
kepala tempat tidur, duduk pada sandaran tempat tidur.
R: peninggian kepal memudahkan untuk bernafas
4)
Dorong/bantu latihan nafas abdomen/bibir
R: memberikan cara kepada pasien untk memgontrol dan mengatasi dispnea
5)
Observasi karakteristik batuk mis : menetap, batuk
pendek, basah
R; batuk pendek, basah biasanya sekret ikut keluar bersama batuk
6)
Lakukan tindakan suction
R: untuk mengangkat ssekret dari jalan pernafasan
7)
Koaborasi dengan doter
R: untuk pemberian obat
2. Ketidakefektifan
pola napas b/d penurunan kemampuan bernapas.
a. Tujuan: pola nafas pasien menjadi
efektif
b. Kriteria hasil:
·
Dada tidak ada gangguan pengembangan
·
Pernafasan menjadi normal 18-24 x/menit
c. Intervensi
1) Monitor frekuensi, irama dan
kedalaman pernafasan
R: dispnea
dan terjadi peningkatan kerja nafas, kedalaman pernafasan bervariasai
2) Tinggikan kepala dan bantu mengubah
posisi
R: dududk
tinggi memungkinkan ekspansi paru dan memudahkan pernafasan
3) Observasi pola batuk dan karakter
sekret
R:
menegtahui batuk keribg atau basah
serta warna dari sekret itu
4) Berikan pasien latihan nafas dalam
atau batuk efektif
R: dapat
meningkatkan sekret di mana ada gangguan ventilasi sitambah ketidaknyamana
bernafas
5) Berikan O2 tambahan
R:
memaksimalkan bernafas dan menurunkan kerja nafas
6) Bantu fisioterapi dada
R:
memudahkan upaya bernafas dalm dan meningkatkan draenase sekret
3. Kerusakan pertukaran gas yang
berhubungan dengan retensi CO2,
a. Tujuan: pertukaran
gas menjadi efektif
b. Kriteria
Hasil: Menunjukkan perbaikan vertilasi dan oksigen jaringan adekuat dalam
rentang
c. Intervensi:
1)
Kaji TTV
R: perubahan TD terjadi dengan beratnya hipoksemia dan asidosis
2)
Kaji tingkat kesadaran/ perubahan mental
R: hipoksemia sistemik dapat ditunjukkan pertama kali oleh gelisah dan peka
rangsang
3)
Observasi adanya sianosis
R: Menunjukkanhipoksemia sistemik
4)
Tinggikan kepala tempat tidur sesui kebutuhan pasien
R: meningkatkan ekspansi dada serta membuat mudah bernafas
5)
Awasi BGA (blood gas analysis)
R: untuk mengetahui saturasi oksigen dalam darah
6)
Berikan O2 sesui indikasi
R: memaksimalkan sediaan oksigen untuk pertukaran gas
4.
Kurang pengetahuan berhubungan dengan
regumen pengobatan
a.
Tujuan:
pasien paham kondisi, tindakan yang akan dilakukan
b.
Kriteria
hasil:
·
Penampilan
releks saat di lakukan pengobatan
·
Berpartisipasi
dalam program pengobatan
c.
Intervensi
1)
Kaji TTV (Vital
Signs)
R: untuk mengetahui TTV(Vital Signs)
pasien
2)
Jelaskan kepada pasien sebelum melakukan tindakan
R: agar pasien tahu tentang tindakan yang dilakukan perawat kepadanya
3)
Berikan informasi dalam bentuk tertulis maupun verbal
R: kelemahan dan depresi dapat mempengaruhi kemampuan untuk menangkap
informasi
4)
Tekankan perlunya melanjutkan pengobatan selama
periode
R: penghentian dini pengobatan dapat menyebabkan kekambuhan pada asma
5)
Tekankan pentingnya melanjutkan intervensi medi
R: dapat mencegah terjadi komplikasi (Doenges,2003)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Asma adalah suatu penyakit yang
ditandai oleh hipersensitivitas cabang trakeobronkial terhadap berbagai
rangasangan yang akan menimbulkan obstruksi jalan nafas dan gejala pernafasan(mengi dan
sesak). Gambaran klinis asma klasik adalah serangan
episodik batuk, mengi. dan sesak napas. Pada awal serangan sering gejala tidak
jelas, seperti rasa berat didada, dan pada asma alergi mungkin disertai pilek
atau bersin, Meskipun pada mulanya batuk tanpa disertai sekret. tetapi pada
perkembangan selanjutnya pasien akan mengeluarkan sekret baik yang mukoid,
putih kadang-kadang purulent. Diagnosa yang muncul:
1.
Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan
dengan penumpukan sekret
2.
Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan
penurunan kemampuan bernapas
3.
Kerusakan
pertukaran gas yang berhubungan dengan retensi CO2,
4.
Kurang pengetahuan berhubungan dengan
regumen pengobatan
DAFTAR PUSTAKA
Arif Mansjoer.
2001. Kapita Selekta Kedokteran.
Jakarta : Fakultas Kedokteran
Price,Sylvia.
2006. Anderson , Patofisologi : Konsep
Klinis Proses – Proses penyakit , alih bahasa Peter Anugrah, edisi 4 .
Jakarta :EGC
Brunner
& Suddart. 2002. Buku ajar
keperawatan medikel bedah. Jakarta: EGC
Suyono,
Slamet. 2001. Ilmu penyakit dalam jilid
II. Jakarta: Balai Penerbit FKUI
Nanda.2007.
buku saku diagnosa keperawatan dengan
intervensi NIC dan kreteria hasil NOC, Ed 7. Jakarta: EGC
Doenges, EM.2003.
Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta:
EGC
http://hariskumpulanaskep.blogspot.com/2011/09/askep-asma-bronchial.html. 29/09/12. Diakses pukul 12.32 WIB
http://cahaya-salim.blogspot.com/2011/10/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan_3.html. 29/09/12. Diakses pukul 07.43 WIB
OBAT ASMA
BalasHapusOBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
OBAT ASMA
terima kasih infonya
Salah satu terapi tumor otak yang bisa anda lakukan adalah dengan konsumsi jelly gamat qnc yakni obat alami yang dibuat dari teripang emas, selain itu jelly gamat juga bisa untuk mengobati Tumor Payudara yang biasa ditandai dengan munculnya benjolan di payudara. Dan andapun yang menderita kelenjar getah bening, liver bengkak anda bisa mengkonsumsinya. Tanpa terkecuali anda yang memiliki keluhan tbc hingga gangguan pencernaan dan kista anda pun bisa mengkonsumsinya sungguh hebat bukan.
BalasHapusThank you for the information gan, may be useful for all of us.
BalasHapusGreetings from us:
Links We wish Beneficial For Information About Health.
Obat Tradisional Kanker Otak
Cara Mengobati Penyakit Stroke Ringan Secara Alami
Cara Mengobati Keputihan Pada Wanita Paling Ampuh
Obat Tradisional Kanker Kelenjar Getah Bening
Obat Tradisional Diabetes Alami
We Wait Further Information gan ....
Information sites thatare by this one always charging a good impression thanks .
BalasHapusCara Mengobati Stroke Berat Terbaik
Resep Obat Tradisional Asam Urat
Cara Mengobati Cedera Tulang Belakang
Pengobatan Alami Untuk Sembuhkan Hipertiroid
Cara Mengobati Osteoarthritis Secara Alami
Gejala Asma Gejala asma Gejala Asma Gejala asma Gejala Asma Gejala asma Gejala Asma Gejala asma Obat Kuat Obat kuat Obat Kuat obat kuat Gejala Asma yang perlu di waspadai banyak sekali jenisnya, Gejala Asma yang menyebabkan radang lambung yang parah sangatlah berbahaya dan dapat mengakibatkan pengaruh yang sangat dominan Gejala Asma akut yang perlu di wapadai
BalasHapusThis is an extraordinary page pleased to visit your page, I found your site on google
BalasHapusPengobatan Ginjal Bocor
Pengobatan Ginjal Bengkak
Pengobatan Nyeri Sendi
Pengobatan Tbc Paru
Pengobatan Hepatitis B
So very interesting and good information that you provide on this Friday thanks.
BalasHapusAhlinya Obat Ambeien
Cara Alami Mengobati Penyakit Gondok Tanpa Operasi
Cara Alami Menguruskan Badan Dengan Cepat
Obat Herbal Tulang Keropos
Cara Mengatasi Kegemukan Yang Alami
Excellent information and very useful gan. Greetings from us.
BalasHapuswe are waiting for further information.
Pengobatan Alami untuk Menghilangkan Benjolan Kelenjar Di Leher
Penyebab umum Nyeri Pada Sendi dan Cara Mengobatinya
Obat Herbal untuk Menyembuhkan Nyeri atau Sakit Lutut
Obat Herbal untuk Menghilangkan Benjolan Di Mulut Rahim
BalasHapusUpdate terus Informasinya sangat bermanfaat gan..
Obat Hipertensi Herbal
Obat Jelly Gamat QnC 100% Alami
Obat Ginjal Herbal
Very nice information. I am happy to read it and hopefully useful to me
BalasHapusAgen Resmi Jelly Gamat Qnc Kabupaten Halmahera
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Ternate
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Tidore Kepulauan
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Manokwari Papua Barat
Your site is very helpful in waiting for updates to the latest news
BalasHapusobat jantung bocor tradisional
cara membersihkan mis v dengan daun sirih
So very impressive once the article I read on this day, thank you.
BalasHapusCara Mengobati Stroke Berat Terbaik
Cara Alami Pengobatan Jantung Bocor
Obat Herbal China Untuk Ejakulasi Dini
Pengobatan Tradisional Gastritis Secara Alami Tanpa Efek Samping
Cara Ampuh Menyembuhkan Impetigo Secara Alami
I really enjoy simply reading all of your weblogs. Simply wanted to inform you that you have people like me who appreciate your work. Definitely a great post. Obat Pembengkakan Hati >> Obat Pembengkakan Hati Alami Tanpa Operasi Cara Pemesanan QNC Cara Konsumsi QNC Legalitas QNC
BalasHapusGood morning to all of which this morning delighted because it has been presented with a site that is very attractive thanks .
BalasHapusObat Mata Ikan Herbal
Khasiat Luar Biasa Pepaya Bagi Penderita Diabetes
Cara Mengobati Infeksi Jamur Secara Alami
Cara Menyembuhkan Limfadenopati Secara Alami
Gejala Kelebihan Sel Darah Putih
Thank you for the information. This was incredible and I love being able to read and visit your blog.
BalasHapusCara Ampuh Mengobati Penyakit Dispareunia Secara Alami Sampai Sembuh Total
Obat Dispareunia Tradisional Terbaik 100% Alami MANJUR
Cara Ampuh Mengobati Dislokasi Bahu Secara Alami Sampai Sembuh Total
Obat Maag Ampuh, Cara Untuk Mengatasi Maag Kambuh Secara Alami
The spirit for this busy day.
BalasHapusObat Herbal Gagal Ginjal Tanpa Cuci Darah
Pengobatan Alternatif Kanker Testis Secara Tradisional
Pengobatan Alternatif Tbc Kelenjar Secara Tradisional
Obat Tradisional Penyakit Kienbocks
Cara Mengobati Kista Meduler Secara Alami
Congratulations reactivities ,, highly awaited new information from this site
BalasHapusGood luck !!
obat epilepsi tradisional
obat leukosit tinggi herbal
This new article is interesting and useful for readers, success continues gan!!!
BalasHapusObat Kencing Batu Terbaik
Pantangan Makanan dan Minuman Penderita Kencing Batu
Obat Batu Empedu Terbaik Ampuh Tanpa Operasi
Rambut Jagung Bisa Meluruhkan Batu Empedu
Awas!! Penyakit Asam Lambung, Pelan Tapi Mematikan
The spirit to this day because it was served with a nice website thanks.
BalasHapusCiri Ciri Lemah Jantung
Walatra Gamat Emas Kapsul
Cara Alami Mengobati Mata Buram
Obat Herbal Untuk Menyembuhkan Penyakit Kista
Cara Mengobati Dislokasi Persendian
Obat Tradisional Hipertensi
BalasHapusObat Herbal QnC Jelly Gamat Asli Tasikmalaya
Agen Resmi QnC Jelly Gamat Di Bandar Lampung
Walatra Zedoril 7 Kapsul Ahlinya Pengobatan Kanker
Is a site that always provides the latest information thanks .
BalasHapusKhasiat Walatra Zedoril 7
Obat Tradisional Nyeri Saat Buang Air Kecil Yang Ampuh
Cara Mengobati Asma Paling Ampuh
Pengobatan Alami Selulitis Orbitalis Yang Efektif
Gamat Emas Kapsul
This article you share is very helpful to me, I am happy to read this article. thanks to the information you shared.
BalasHapusObat Serangan Jantung
Cara Mengatasi Serangan Jantung
Cara Alami Mengatasi Infeksi Pencernaan Dengan Cepat
Cara Ampuh Mengobati Limpa Bengkak / Splenomegali
Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Liver
Good luck always!!
Very happy because presented with the information that is so very helpful thanks.
BalasHapusObat Hernia Alami Tanpa Operasi
Apakah Penyakit Gonore Bisa Sembuh Total
Cara Ampuh Mengobati Hidronefrosis Secara Alami
Cara Alami Mengobati Batu Ginjal
Cara Mengolah Daun Sukun Untuk Obat Gagal Ginjal
semoga bermanfaat ^_^
BalasHapusCara Mengeluarkan Lendir Di Paru-Paru
Cara Mengobati Hepatitis
Obat Anemia Kurang Darah
Obat Herbal ISPA
Obat Tradisional Infeksi Tulang
Thanks for this interesting and useful information. awaited other interesting information.
BalasHapusObat Herbal Parestesia Paling Ampuh
Pengobatan Emfisema Paling Ampuh dan Cepat
Walatra Jelly Gamat Original
Cara Ampuh Mengobati Tipes Dengan Cepat
Obat Gondok Tradisional Paling Ampuh
Thank you very much for presenting information that is so very useful, we will wait remedy other information.
BalasHapusCara Mengobati Kanker Serviks Stadium Awal Dan Lanjut Secara Alami
Walatra Gamat Emas Kapsul
Menu Makanan Sehat Untuk Penderita Leukimia
Penyebab Penyakit Gastritis
Manfaat Kunyit Untuk Mengobati Syaraf Kejepit
This is really amazing, an article that gives motivation to all and truly useful. thank you, do not forget to visit also yes :-)
BalasHapusAturan Konsumsi QnC Jelly Gamat
Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat
Makanan Sehat Untuk Penderita Kanker Karsinoma
Makanan Sehat Untuk Penderita Ginjal Bengkak
Cara Mengobati Biduran Dengan Cepat Tanpa Efek Samping
Never get bored to get information like this.
BalasHapusObat Gagal Ginjal 100% Terbukti Sembuh Tanpa Operasi
Biaya Operasi Usus Buntu
Obat Alami Untuk Nekrosis Lemak Pada Payudara
Obat Alami Untuk Mengobati Tumor Parotis
Cara Alternatif Asam Urat Alami
Sites like these I'm looking for
BalasHapusThanks for the information, in tunggua keep the latest news
pedia herbal
obat infeksi paru paru manjur
obat ginjal kronis tradisional
The information you present today is so complete.
BalasHapusBenjolan Di Sekitar Vagina Sebelah Kiri
Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami
Penyebab Sakit Tulamg Ekor
Gejala Osteoporosis Sejak Dini
An information that is always enjoyed by many visitors.
BalasHapusObat Infeksi Payudara Alami
Obat Kram Ginjal Alami
Obat Ginjal Bengkak Alami
Manfaat Madu Untuk Diare
Agen Obat Herbal Terpercaya
Infeksi Usus Pada Anak
BalasHapusMakanan Baik Untuk Penderita Infeksi Lambung
Makanan Baik Untuk Penderita Infeksi Rahim
A very interesting information that attracts many visitors.
BalasHapusMakanan Untuk Penderita Rheumatoid Arthritis
Cara Mengolah Daun Sirsak Untuk Tumor Ganas
Obat Herbal Penyakit Ginjal
Obat Ambeien Tanpa Operasi